2,43 CME

Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus

Pembicara: Dokter Prerna Bansal

Profesor Madya Kedokteran Komunitas, Fakultas Ilmu Kedokteran, Ketua Komite Peninjau Institusional, Bharatpur, Nepal

Masuk untuk Memulai

Keterangan

Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus merupakan fokus penting kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi beban global penyakit gaya hidup kronis ini. Sesi ini akan membahas strategi berbasis bukti untuk deteksi dini, modifikasi gaya hidup, intervensi diet, dan manajemen farmakologis. Sesi ini juga akan menyoroti peran kesadaran masyarakat, skrining rutin, dan pendekatan integratif termasuk pengobatan tradisional dalam mencegah perkembangan penyakit dan komplikasi. Peserta akan mendapatkan wawasan praktis tentang perawatan pencegahan dan pengendalian jangka panjang untuk meningkatkan luaran dan kualitas hidup pasien.

Ringkasan Mendengarkan

  • Diabetes mellitus adalah sekelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia), yang disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi atau penggunaan insulin yang tidak efektif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan diabetes menjadi tiga jenis utama: tipe 1 (defisiensi insulin), tipe 2 (resistensi insulin), dan diabetes gestasional (GDM, selama kehamilan). Komplikasi diabetes meliputi stroke, kebutaan, serangan jantung, gagal ginjal, dan amputasi.
  • Klasifikasi diabetes juga mempertimbangkan faktor etiologi, intervensi komunitas, dan karakteristik klinis. American Diabetes Association (ADA) menambahkan klasifikasi berdasarkan destruksi sel beta autoimun (tipe 1), resistensi insulin (tipe 2), dan penyebab lain seperti diabetes monogenik, penyakit pankreas, atau kondisi akibat obat-obatan. Klasifikasi klinis WHO mencakup bentuk hibrida, gangguan genetik langka, dan diabetes terkait kehamilan.
  • Pertimbangan utama dalam pengelolaan diabetes adalah adanya sindrom metabolik, yang ditandai dengan Kolesterol HDL rendah, gula darah puasa tinggi, obesitas visceral, tekanan darah tinggi, dan trigliserida tinggi. Faktor risiko diabetes meliputi pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, usia lanjut, riwayat keluarga, GDM, tekanan darah tinggi, dan masalah tidur. WHO menekankan diet tidak sehat dan mengurangi aktivitas fisik sebagai faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi.
  • Secara global, 589 juta orang dewasa berusia 20-79 tahun menderita diabetes, mewakili 11,1% dari populasi dunia, dan diproyeksikan mencapai 853 juta pada tahun 2050. Lebih dari US$1 triliun dihabiskan setiap tahun untuk perawatan diabetes, namun banyak individu yang tetap tidak dirawat. Diabetes tipe 2 menyumbang lebih dari 90% kasus diabetes di seluruh dunia. Diabetes yang tidak terdiagnosis merupakan masalah signifikan, dengan China dan India memiliki populasi individu yang tidak terdiagnosis terbesar.
  • Pencegahan dan pengendalian diabetes melibatkan intervensi di semua tingkatan riwayat alami penyakit. Ini termasuk pencegahan primordial (mencegah munculnya faktor risiko), pencegahan primer (mencegah timbulnya penyakit), pencegahan sekunder (deteksi dini dan pengobatan segera), dan pencegahan tersier (pembatasan disabilitas dan rehabilitasi). WHO merekomendasikan modifikasi gaya hidup, pemantauan glukosa darah, dan saran medis untuk individu, serta lingkungan sehat berbasis komunitas dan fasilitas perawatan kesehatan yang lebih baik untuk para pemangku kepentingan.
  • Strategi pencegahan dan pengendalian diabetes meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan mempertahankan berat badan normal. Modifikasi gaya hidup meliputi penekanan biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran, serta membatasi asupan lemak jenuh dan garam. Rekomendasi aktivitas fisik teratur mencakup setidaknya 150 menit per minggu intensitas latihan sedang.
  • Intervensi farmakologis, seperti metformin untuk individu berisiko tinggi, dapat digunakan untuk pencegahan, meskipun diperlukan pemantauan yang cermat. Skrining program, khususnya untuk populasi berisiko tinggi, sangat penting untuk deteksi dini. Tes diagnostik meliputi glukosa darah puasa, glukosa 2 jam post-prandial, kadar glukosa acak, dan HbA1c. Modalitas pengobatan meliputi agen hipoglikemik oral (OHA) dan insulin, dengan rencana individu yang mempertimbangkan karakteristik pasien dan pilihan pengobatan.
  • Pengelolaan juga mencakup modifikasi gaya hidup, pengendalian glikemik, pengendalian tekanan darah, dan pengendalian lipid. Komplikasinya, baik mikrovaskular maupun makrovaskular, harus diskrining dan dikelola. Intervensi berbasis komunitas, seperti program promosi kesehatan, skrining klinik, dan perawatan tingkat tersier, sangatlah penting. Pencegahan dan pengendalian diabetes yang efektif memerlukan strategi multi-tingkat yang melibatkan individu, penyedia layanan kesehatan, dan pembuat kebijakan, dengan fokus pada pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan komprehensif.

Komentar