Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan klinis yang paling umum, tetapi tidak setiap kasus memerlukan pencitraan segera atau intervensi agresif. Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik yang cermat sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda bahaya seperti defisit neurologis, trauma, infeksi, keganasan, atau gejala yang menunjukkan sindrom cauda equina. Jika tidak ada tanda-tanda peringatan, penanganan konservatif dengan analgesik, modifikasi aktivitas, dan fisioterapi seringkali tepat untuk beberapa minggu pertama. Pencitraan sebaiknya dilakukan jika nyeri menetap lebih dari 4–6 minggu atau jika dicurigai adanya patologi serius. Rujukan tepat waktu dan intervensi yang tepat sasaran dapat mencegah kekronisan sekaligus menghindari pemeriksaan yang tidak perlu.
Kepala, Perawatan Nyeri dan Paliatif LN Medical, Bhopal
Dr. Roopesh Jain adalah seorang Dokter Spesialis Nyeri Intervensional yang sangat berpengalaman dan pemimpin akademis dengan lebih dari 16 tahun keahlian khusus dalam manajemen nyeri komprehensif. Saat ini beliau menjabat sebagai Dosen Perawatan Paliatif di Lien Foundation, Singapura, dan merupakan Direktur Kursus untuk Fellowship dalam Pengobatan Nyeri di Global Pain School. Berbasis di Bhopal, beliau berpraktik di Rumah Sakit Care and Cure dan memimpin 'PANACEA' – Klinik Pereda Nyeri Total, di mana beliau mengkhususkan diri dalam mengelola kondisi nyeri kronis termasuk nyeri punggung, spondilosis, herniasi diskus, neuralgia trigeminal, neuralgia pasca-herpes, nyeri lutut, dan nyeri terkait kanker. Dr. Jain juga menjabat sebagai Kepala Perawatan Kritis dan Konsultan Dokter Spesialis Nyeri di LN Medical College dan Rumah Sakit JK, Bhopal. Sebelumnya beliau bekerja di AIIMS, New Delhi, di mana beliau memperoleh keahlian yang luas dalam prosedur intervensional tingkat lanjut seperti blok saraf yang dipandu ultrasound, blok pleksus seliaka dan hipogastrik, blok ganglion impar, implantasi pompa morfin intratekal, dan stimulasi sumsum tulang belakang. Keahlian klinisnya, keunggulan prosedural, dan kontribusi akademisnya menempatkannya sebagai pemimpin yang disegani di bidang pengobatan nyeri dan perawatan paliatif.