Darurat hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang parah (biasanya ≥180/120 mmHg) disertai dengan kerusakan organ target akut seperti ensefalopati, stroke, iskemia miokard, gagal jantung akut, diseksi aorta, atau cedera ginjal akut. Penanganannya memerlukan rawat inap segera dan penurunan tekanan darah yang hati-hati menggunakan agen intravena seperti labetalol, nicardipine, atau nitroprusside, tergantung pada skenario klinis. Tujuannya bukanlah normalisasi yang cepat, tetapi penurunan tekanan arteri rata-rata yang terkontrol sekitar 20–251 TP3T dalam jam pertama untuk mencegah hipoperfusi. Penurunan selanjutnya dilakukan secara bertahap selama 24–48 jam berikutnya berdasarkan kondisi yang mendasarinya. Identifikasi penyebab yang memicu secara cepat dan pemantauan hemodinamik berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan hasil.
Profesor Madya, Kedokteran Gawat Darurat, Universitas Birmingham, Konsultan Kedokteran Gawat Darurat, Dudley Group NHS Foundation, Inggris, Britania Raya
Dr. Mohamad Wani adalah Profesor Madya Kedokteran Gawat Darurat yang berprestasi di Universitas Birmingham dan Konsultan Kedokteran Gawat Darurat di Dudley Group NHS Foundation di Inggris Raya. Beliau dikenal karena keahlian klinisnya yang luas dalam menangani keadaan darurat dengan tingkat keparahan tinggi dan kepemimpinannya dalam memajukan protokol perawatan gawat darurat. Dr. Wani aktif terlibat dalam pengajaran akademis, penelitian, dan pengembangan kurikulum, memberikan kontribusi signifikan terhadap pelatihan dokter gawat darurat masa depan. Karyanya menekankan praktik berbasis bukti, keselamatan pasien, dan inovasi dalam kedokteran gawat darurat. Beliau sangat dihormati karena komitmennya untuk meningkatkan hasil klinis dan memperkuat sistem perawatan gawat darurat.