1,14 CME

Mengelola Malnutrisi Akut Parah: Pendekatan Berbasis Fasilitas dan Komunitas

Pembicara: Dr. Mettu Pradeep Reddy

Profesor Pediatri, Maheshwara Medical College & Hospital dan Malla Reddy Medical College for Women

Masuk untuk Memulai

Keterangan

Malnutrisi Akut Parah (Severe Acute Malnutrition/SAM) tetap menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas anak, terutama di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya. Webinar ini mengeksplorasi strategi berbasis bukti untuk identifikasi dan pengelolaan SAM melalui perawatan berbasis fasilitas dan model berbasis komunitas. Peserta akan memperoleh wawasan praktis tentang protokol stabilisasi, rehabilitasi gizi, dan perawatan lanjutan, serta integrasi sistem kesehatan komunitas untuk deteksi dini dan pencegahan. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat pengambilan keputusan klinis dan implementasi program untuk meningkatkan hasil kelangsungan hidup anak.

Ringkasan Mendengarkan

  • Nutrisi adalah penyediaan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan dan energi suatu organisme, berbeda dengan makanan, yang hanyalah apa yang kita makan. Nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, berat badan, tinggi badan, struktur tubuh, dan hasil kesehatan selanjutnya. Kekurangan nutrisi dapat menghambat pertumbuhan, kekebalan, dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada anak-anak di bawah 5 tahun.
  • Malnutrisi mencakup baik kekurangan gizi (undernutrition) maupun kelebihan gizi (overnutrition). Kelebihan gizi dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan kondisi kardiovaskular, menekankan pentingnya asupan yang seimbang. Nutrisi ditentukan menjadi makronutrien (lemak, protein, karbohidrat) dan mikronutrien (vitamin, mineral).
  • Makronutrien dibutuhkan dalam jumlah besar dan berfungsi sebagai blok bangunan, sedangkan mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil tetapi sangat penting untuk jalur metabolisme. Keseimbangan energi dicapai melalui asupan dan pengeluaran, yang meliputi laju metabolisme basal, energi untuk penyerapan dan pencernaan makanan, aktivitas fisik, serta pertumbuhan dan perkembangan.
  • Lemak, protein, dan karbohidrat menyediakan energi, dengan lemak menghasilkan sembilan kalori per gram dan karbohidrat serta protein menghasilkan empat. Lemak, ester asam lemak yang beragam, meliputi trigliserida, fosfolipid, dan Kolesterol, berperan peran struktural dan fungsional dalam membran sel dan produksi hormon.
  • Protein, zat kedua yang paling melimpah dalam tubuh, penting untuk sintesis jaringan, pertumbuhan, dan pembentukan enzim. Asam amino esensial harus diperoleh dari makanan. Karbohidrat adalah sumber energi utama, dibagi menjadi bentuk sederhana dan kompleks, dengan kelebihan diubah menjadi glikogen atau lemak. Serat, karbohidrat yang tidak dapat dicerna, membantu fermentasi, meningkatkan motilitas usus, dan mengatur penyerapan gula.
  • Malnutrisi mempengaruhi populasi global yang signifikan, terutama di negara berkembang. Di India, sebagian besar anak-anak kekurangan berat badan atau mengalami stunting. Malnutrisi protein-energi awalnya diidentifikasi melalui kondisi seperti Kwashiorkor dan Marasmus, dengan klasifikasi berdasarkan berat badan menurut usia, tinggi badan, dan adanya edema.
  • Pendekatan pengobatan meliputi fase stabilisasi dan rehabilitasi. Fase stabilisasi mengatasi komplikasi segera seperti hipoglikemia dan dehidrasi, sedangkan fase rehabilitasi fokus pada mengatasi masalah elektrolit dan suplementasi. Pemberian makan kecil dan sering dengan formula khusus seperti F-75 dan F-100, bersama dengan stimulasi sensorik dan dukungan emosional, sangatlah penting.
  • Kriteria pemula termasuk mencapai berat badan target dan menunjukkan pemahaman pengasuh. Pedoman perawatan rawat inap mencakup mengatasi kondisi darurat seperti syok dan anemia berat, pengobatan terkait defisiensi, dan memadukan respons terhadap pengobatan. Pemantauan rutin sangat penting.

Komentar